
Fakta Unik Hewan Dugong Ternyata Mudah Stres
Fakta Unik Hewan Dugong Ternyata Mudah Stres
Ikan duyung tidak hanya ada dalam dunia dongeng, tetapi juga ada di dunia nyata dengan nama Dugong. Dugong, atau dikenal dengan nama ilmiah Dugong dugon, merupakan mamalia laut yang sering disebut sebagai ‘putri duyung’ oleh masyarakat. Nama dugong sendiri berasal dari bahasa Tagalog yang bersumber dari bahasa Melayu ‘duyong’ atau ‘duyung’, yang berarti perempuan laut.

Fakta Unik Hewan Dugong Ternyata Mudah Stres
Ciri Fisik Dugong: Mamalia Laut Berukuran Besar
Dugong memiliki tubuh besar dengan warna abu-abu khas. Panjang tubuhnya bisa mencapai sekitar 3 meter dengan berat sekitar 45 kilogram. Bentuk tubuhnya yang besar dan ekornya yang menyerupai ikan paus membuat dugong tampak unik di antara mamalia laut lainnya. Dugong hidup di perairan dangkal dan kaya akan lamun, yang menjadi habitat utamanya.
Kebiasaan Makan: Herbivora Penggemar Rumput Laut
Dugong merupakan mamalia laut herbivora. Makanan utamanya adalah rumput laut yang tumbuh di dasar laut. Dengan moncongnya yang kuat, dugong akan mencabut rumput laut dan menggoyangkan kepalanya untuk membersihkan pasir sebelum mengunyahnya. Karena itulah, dugong sering disebut sebagai ‘penggembala laut’. Kebiasaan makan ini membuat dugong sangat bergantung pada keberadaan padang lamun yang sehat.
Kemampuan Berenang dan Menahan Napas
Dugong memiliki kemampuan berenang yang baik. Mamalia laut ini mampu menahan napas hingga 12 menit di bawah air sebelum muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen. Kemampuan ini penting agar dugong dapat tetap berada di bawah air dalam waktu lama, terutama ketika sedang mencari makan di dasar laut.
Umur Panjang dan Reproduksi Dugong
Dugong merupakan salah satu mamalia laut dengan angka harapan hidup yang tinggi. Rata-rata umur seekor dugong bisa mencapai 70 tahun. Dugong betina akan siap bereproduksi pada usia sekitar 9 hingga 10 tahun. Proses kehamilan dugong berlangsung selama 12 hingga 14 bulan. Bayi dugong akan tinggal bersama induknya hingga berusia sekitar 1,5 tahun sebelum mulai hidup mandiri.
Dugong yang Mudah Stres
Salah satu fakta unik tentang dugong adalah sifatnya yang sangat sensitif terhadap suara keras. Dugong dapat mengalami stres jika mendengar suara bising seperti derum kapal motor atau mesin perahu. Ketika stres, dugong akan menghindar dan berenang menjauh dari sumber suara. Sensitivitas ini menjadikan dugong rentan terganggu oleh aktivitas manusia di laut.
Baca juga:Fakta menarik tentang Badak Jawa, salah satu spesies langka dan terancam punah
Dugong sebagai Spesies yang Dilindungi
Dugong termasuk ke dalam spesies yang dilindungi di Indonesia. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dugong dikategorikan sebagai biota perairan yang harus dilindungi. Populasi dugong terus menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat lamun. Oleh karena itu, upaya konservasi dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup mamalia laut ini.
Pentingnya Melindungi Dugong
Keberadaan dugong sebagai spesies langka menjadikannya penting untuk dilindungi. Selain sebagai indikator kesehatan ekosistem laut, dugong juga berperan dalam menjaga keseimbangan padang lamun. Oleh sebab itu, menjaga habitat dugong dan mengurangi polusi suara di laut menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian mamalia laut ini.
Kesimpulan
Dugong merupakan mamalia laut dengan karakter unik dan peran penting dalam ekosistem pesisir. Dengan rentan terhadap stres dan perburuan, upaya pelestarian dugong harus menjadi perhatian bersama. Mari kita terus menjaga keberadaan dugong agar tidak punah dan tetap menjadi bagian dari kekayaan biodiversitas laut Indonesia.
Tinggalkan Balasan